Jumat, 21 Februari 2020

Review PT. Indo Acidatama Tbk.

     
Logo PT. Acidatama Tbk. (SRSN)

     Sebenarnya Review kali ini sudah saya buat dari zaman dahulu untuk keperluan lomba yang dilaksanakan oleh PT. Bursa Efek Indonesia.. dan kalah hahaha oleh karena itu daripada mubadzir saya share disini saja tapi yang saya share disini adalah intinya saja hehe. mungkin bahasa yang saya gunakan disini lebih santai yaa bukan ke analis2an yang penting mudah dimengerti oleh semuanya. aamiin....

     PT. Indo Acidatama Tbk. sendiri adalah perusahaan yang bisnis intinya adalah produksi Ethanol. nah ethanol yang diproduksi ini memiliki turunan yakni Acetic Acid dan Ethyl Acetate. Kegunaan ethanol sendiri sangatlah luas.. banget.. tidak hanya untuk keperluan BAHAN BAKU makanan dan minuman tetapi lebih banyak lagi kegunaannya seperti bahan baku kosmetik dan obat-obatan. Inilah salah satu alasan kenapa saya menulis SRSN (kode emiten PT. Indo Acidatam Tbk.) untuk keperluan lomba.

     Tidak hanya itu SRSN juga  memproduksi pupuk organik yang ramah lingkungan. belakangan ini Indonesia telah mengeskpor pupuk organik pertama yang mana pupuk organik tersebut adalah produksi dari SRSN. Kedepan perseroan memiliki rencana untuk melakukan ekspansi lebih luas terkait produk pupuk organiknya. tentunya jika hal ini terrealisasi maka akan berdampak signifikan terhadap kinerja perseroan. yaa semogalah karena saya pegang nih saham hehe

     Tidak hanya itu (lagi) SRSN juga memproduksi produk peternakan dan perikanan TAPI tidak signifikan. Hal tersebut dapat dilihat dari Laporan Keuangan Q3 2019 yang mana peternakan dan perikanan hanya menyumbang sedikit dari total laba keseluruhan. Tapi secara keseluruhan laba perseroan dari tahun ke tahun semakin menarik berdasarkan kinerja 3-5 tahun kebelakang. saya sebagai investor berharap SRSN dapat meningkatkan kinerjanya juga dalam bidang peternakan dan perikanan karena menurut saya 2 hal tersebut tidak akan pernah hilang di bumi ini hehehe

     OKE.. kita masuk ke bagian katalis perseroan.. mungkin untuk yang ini saya akan jelaskan per poin biar lebih enak bacanya ya.. sebenarnya di report yang telah saya buat katalisnya banyak banget tapi yang saya tulis disini yang benar2 signifikan aja ya hehe

1. FAO dan OECD memprediksi bahwa volume produksi Ethanol di negara berkembang akan bertambah secara signifikan hingga mencapai angka 71 miliar liter pada tahun 2023 dibandingkan dengan tahun 2013 sebesar 45 miliar liter.

2. Banyaknya negara di Asia Pasifik (APAC) seperti China dan Thailand yang berencana untuk meningkatkan penggunaan biofuel (Bioethanol) sebagai bahan bakar alternatif. Dan mengurangi ketergantungan akan bahan bakar minyak.

3. Market Research Future mengatakan bahwa PT. Indo Acidatama Tbk. adalah salah satu Global Key Player dalam Ethyl Acetate Market. Dan Market Research Future juga mengatakan bahwa permintaan Ethyl Acetate akan meningkat hingga tahun 2023.

4. Tingginya pertumbuhan rata-rata tahunan dari produk-produk farmasi dan kosmetik yakni sekitar 7,5% hingga tahun 2021, membawa pengaruh positif bagi perseroan. Mengingat produk Ethanol perseroan dapat diaplikasikan untuk produk-produk konsumsi seperti farmasi dan kosmetik. Berdasarkan hal tersebut, dapat diasumsikan bahwa pengaplikasian Ethanol pada industri consumer goods di Indonesia mempunyai peluang yang baik dan dapat terus berkembang.

5. Jika dilihat dari pasar regional Asia Pasifik, pasar Ethanol juga diasumsikan bertambah dengan rata-rata tahun produksi sebesar 5,7% yang terutama disebabkan oleh meningkatnya permintaan dari mancanegara. Hal ini akan menguntungkan bagi perseroan, mengingat perseroan juga mengeskpor produk Ethanolnya ke luar negeri (Asia Pasifik).

6. Kebutuhan akan ethanol sebagai bahan baku renewable energy dan kebutuhan akan produk turunan ethanol lainnya serta perbaikan pertumbuhan ekonomi dunia di tahun-tahun yang akan datang akan menjadi katalis tersendiri bagi peningkatan kinerja perseroan.

Naah berdasarkan hal-hal tersebut perseroan masih memiliki potensi untuk lebih memaksimalkan pendapatannya  dengan meningkatkan kapasitas produksi dengan cost efficiency dan memperluas market sharenya di pasar asia pasifik bahkan di pasar global. aamiin..

     Berikutnya saya akan bahas tentang rasio keuangan perseroan dari tahun 2016 - 2018 untuk 2019 PART 2 ya. Yang saya tampilkan disini adalah rasio sederhana jadi tidak sampai bahas WACC, DCF, Valuasi Relatif, Analisis Sensitifitas dan hal2 rumit lainnya hahaha

   


a. Current Ratio: Kemampuan perseroan dalam menjaga likuiditas jangka pendek ( < 1 Tahun) relatif baik. Hal ini dapat dilihat dari Current Ratio dari tahun 2016-2018 di atas 1 dan dalam 3 tahun mengalami tren kenaikan. Pada tahun 2016 perseroan sendiri memiliki liabilitas lancar yang lebih tinggi tahun 2017 karena  dipicu oleh jumlah pinjaman jangka pendek dan utang usaha pihak ketiga yang bertambah secara signifikan. Namun hal tersebut dapat diatasi oleh perseroan melihat jumlah Current Ratio pada 2 tahun selanjutnya yang meningkat secara signifikan, yakni di atas 2.

b. Receivable Turnover: Kemampuan perseroan dalam memperluas penjualan kredit dan menagih piutang selama 3 tahun (2016-2018) pada pelanggan relatif baik karena mengalami tren kenaikan dan dalam 3 tahun berturut-turut piutang usaha perseroan berasal dari berbagai pelanggan (tidak terkonsentrasi). Meskipun rasio Receivable Turnover perseroan lebih rendah dari perusahaan sejenis yakni PT. Madusari Murni Indah Tbk. di periode yang sama (rata-rata rasio Receivable Turnover 2016-2018 = 6,1).

c. Asset Turnover: Kemampuan perseroan dalam menggunakan aset-asetnya untuk menghasilkan penjualan relatif efektif dan efisien. Hal tersebut dapat dilihat dari rasio Asset Turnover yang meningkat dari tahun ke tahun dalam periode 3 tahun (2016-2018). Selain itu rasio Asset Turnover yang meningkat secara stabil, secara bersamaan didukung oleh naiknya penjualan dalam 3 tahun.

d. Inventory Turnover: Kemampuan perseroan dalam managing persediaannya relatif efektif dan efisien. Hal tersebut dapat dilihat dari naiknya tren rasio Inventory Turnover dalam 3 tahun. Yang membuat perseroan tidak perlu untuk mengeluarkan biaya yang lebih untuk penyimpanan persediaan dan penanganan persediaan lainnya.

e. Debt to Asset: Tingkat porsi hutang dalam aktiva perseroan relatif baik. Karena dilihat dari rasio Debt to Asset perseroan yang dalam 3 tahun (2016-2018) tidak sampai di angka 1 bahkan tidak sampai di angka 0,5. Rasio Debt to Asset perseroan yang rendah juga akan meminimalkan risiko perseroan dalam menyelesaikan kewajiban jangka panjangnya. Selain itu, perseroan juga dapat diasumsikan mampu memaksimalkan penggunaan hutang. Hal ini dapat dilihat dari berkurangnya total liabilitas dalam jangka waktu 3 tahun.

f. Debt to Equity: Jumlah hutang dibandingkan dengan jumlah ekuitas perseroan relatif baik dalam 3 tahun (2016-2018). Karena rasio Debt to Equity sendiri tidak lebih dari 1. Selain itu, perseroan dapat diasumsikan mampu memaksimalkan penggunaan liabilitas untuk mendongkrak kinerja keuangannya. Hal ini dapat dilihat dari total hutang jangka panjang dan total hutang jangka pendek yang menurun dalam waktu 3 tahun.

g. Net Profit Margin: Rasio NPM yang meningkat dan positif dalam waktu 3 tahun (2016-2018) mengindikasikan bahwa perseroan mampu mencetak laba dari penjualan dengan pengelolaan beban operasional yang relatif baik, khususnya pada tahun 2018 NPM perseroan meningkat sekitar 50% dari tahun 2017. Salah satu penyebabnya adalah karena beban keuangan yang relatif jauh lebih rendah dari tahun 2017
h. Operating Profit Margin: kemampuan perseroan dalam mengelola beban pokok penjualan terhadap penjualan relatif baik. Hal ini dapat dilihat dari Rasio GPM mengalami peningkatan yang relatif stabil dari 2016-2018. Selain itu kenaikan GPM juga diikuti dengan rasio NPM yang meningkat juga.

i. Return on Asset: Total aset perseroan selama 3 tahun (2016-2018) mengalami perubahan yang fluktuatif khususnya pada tahun 2016 dikarenakan terjadi kenaikan aset lancar yang signifikan berupa uang muka pembelian dan pajak dibayar di muka. Meskipun begitu rasio tingkat pengembalian atas aset menjadi laba bersih tergolong baik (positif). Hal tersebut disebabkan oleh kenaikan laba bersih yang signifikan (rata-rata kenaikan 89,5%) setiap tahun dalam 2016-2018.

j. Return o Equity: Total ekuitas selama 3 tahun (2016-2018) mengalami kenaikan , terutama pada tahun 2018 karena perusahaan mencatatkan kenaikan saldo laba  di atas 100% dari tahun sebelumnya. Di sisi lain, rasio tingkat pengembalian atas ekuitas menjadi laba bersih tergolong baik (positif). Hal tersebut disebabkan oleh kenaikan laba bersih yang signifikan (rata-rata kenaikan 89,5%) setiap tahun dalam 2016-2018.

k. Price to Earning Ratio: Rasio Price Earning perseroan pada tahun 2018 secara tahunan tercatat sebesar 9,8x hal ini relatif jauh dibawah Rasio Price Earning perusahaan sejenis yakni PT. Madusari Murni Indah Tbk. sebesar 28,1x. Sedangkan jika dibandingkan dengan rata-rata PER perusahaan yang sama sebesar 18,95x, PER PT. Indo Acidatama Tbk. masih relatif jauh lebih rendah. Berdasarkan hal tersebut, dapat diasumsikan bahwa harga saham perseroan jika dibandingkan dengan nilai wajarnya berupa PER masih murah.

l. Price to Book Value: Rasio Price to Book Value perseroan pada tahun 2018 secara tahunan tercatat sebesar 0,8x hal ini relatif jauh dibawah Rasio Price to Book Value perusahaan sejenis yakni PT. Madusari Murni Indah Tbk. sebesar 2,1x. Sedangkan jika dibandingkan dengan rata-rata PBV perusahaan yang sama sebesar 1,45x, PBV PT. Indo Acidatama Tbk. masih relatif lebih rendah. Berdasarkan hal tersebut, dapat diasumsikan bahwa harga saham perseroan jika dibandingkan dengan nilai wajarnya berupa PBV masih murah.

Bersambung...

Sabtu, 15 Februari 2020

Waran

     Waran adalah sebuah produk yang diterbitkan oleh perusahaan yang berfungsi sebagai pemanis. pemanis dalam artian bonus terhadap pembelian saham yang dilakukan oleh investor. contohnya, perusahaan XYZ hendak melakukan IPO dengan menerbitkan 100 juta lembar saham diikuti dengan menerbitkan waran sebanyak 20 juta. maka artinya jika kita membeli 5 lembar saham perusahaan XYZ maka kita akan mendapatkan 1 waran secara cuma2.

Berikut adalah beberapa poin tentang waran:

1. Waran adalah hak bukan kewajiban yang artinya seorang investor ataupun trader bisa menebusnya menjadi saham atau hanya sekedar memperjual belikannya. Penjelasan lebih terkait waran yang ditebus menjadi saham seperti ini.. jika saham biasa XYZ memiliki harga sebesar Rp. 1500 / lembar dan memiliki XYZ-W dengan harga Rp. 150 / lembar dan harga exercisenya Rp. 40 maka itu artinya investor dapat menebus saham biasa XYZ dengan harga 190. jadi seorang investor berpotensi memperoleh keuntungan sebesar 1500 - 190 = 1310 hehee mantapkan

2. Waran memiliki masa jatuh tempo, kalo sesuai peraturan minimal jangka waktu bisa ditransaksikannya 6 bulan. hal ini lah yang menjadi pembeda antara right dan waran dimana right jangka waktunya lebih pendek daripada waran.

3. Mulai tahun 2019 kemarin, BEI memberlakukan batas auto reject terhadap waran agar penawaran beli/jual tidak melebihi harga saham biasanya. Sebelumnya tidak ada peraturan tersebut.. so bisa dibayangkan bagaimana pergerakannya haha..

4. Saat ini total ada 69 waran yang tercatat di BEI, dan angka tersebut saya kira akan terus bertambah seiring dengan banyaknya perusahaan yang listing di BEI. (untuk lebih jelasnya cek website KSEI ya)

5. Tahun 2019 sempat terjadi peristiwa dimana salah satu waran yang ada di BEI naik hingga 1700%  (POSA-W) bagi kalian yang berpikir "kalo saya beli pake uang 100 miliar bisa jadi 1,7 T dong ya" haha jangan harap cek tulisan saya sebelumnya yang membahas tentang bid offer


6. Seorang investor dapat membeli waran dengan tanpa memiliki saham biasanya terlebih dahulu. saya pribadi sering trading waran tanpa membeli terlebih dahulu saham biasanya.


     Mungkin itu beberapa poin penting yang ingin saya sampaikan.. berdasarkan pengalaman saya sendiri.. saya pernah trading REAL-W selama kurang dari 10 hari dan mendapat realized gain sebesar 50% dan jika kita trading waran memang unsur spekulasinya lebih tinggi dari pada trading di saham biasa karena volatilitasnya yang tinggi (biasanya hehe) tapi buat saya no volatility no opportunity.

     Kalo ada yang bilang trading waran sama dengan spekulasi.. menurut saya spekulasi dapat kita temukan dalam kegiatan kita sehari2 tidak hanya di market saja dan INGAT!! spekulasi dapat ditekan asalkan kita telah mengetahui apa yang kita lakukan. Dan banyak juga yang berkata trading waran itu risikonya terlalu tinggi tetapi menurut saya risk is subjective dan risiko sendiri juga dapat ditekan dengan money management yang baik.

DISCLAIMER ON

Jumat, 25 Oktober 2019

Seminar Saham "Strategi Menghadapi LK Q3" dari Mirrae Asset Sekuritas

Seminar Saham oleh Mirrae Asset Sekuritas

     Tanggal 12 Oktober 2019 saya menghadiri seminar yang diadakan oleh Mirrae Asset Sekuritas di Malang. Dan baru sempat mereview di blog saya sekarang hehehe. Menurut saya materi yang dipaparkan sangat menarik mengingat  pertengahan bulan oktober hingga akhir oktober adalah waktunya laporan keuangan kuartal ketiga (Q3) dipublikasikan oleh emiten di bursa. Kebetulan  pematerinya ada 2 pada saat itu.


     Yang pertama dari Investor Relation PT. Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk.  (saya lupa namanya hehe) dan Yang kedua dari Bapak Roger MM. Selaku Head of Investment Information PT. Mirrae Asset Sekuritas Indonesia. Alasan utama saya mengikuti seminar ini adalah karena materinya menarik. menarik kenapa?? karena pembahasannya terkait dengan bagaimana kita sebagai investor ritel dapat memanfaatkan momentum LK Q3 di situasi saat ini (perlambatan ekonomi dan ancaman resesi pada 2020)

     Ada banyak hal yang menarik dalam seminar ini yang akan saya ceritakan, tapi saya tidak akan membahas semuanya dan tentang apa yang dipaparkan oleh PT. Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk. tetapi saya akan bahas tentang apa yang disampaikan oleh Bapak Roger MM. Secara umum materi yang disampaikan adalah seburuk-buruknya kondisi makro baik itu dalam skala nasional maupun internasional. Kita sebagai investor ritel tetap bisa mencari keuntungan didalamnya. hanya saja kita harus jeli mengingat SEKTOR/INDUSTRI dan KINERJA.

    Pada seminar kali ini ada banyak ilmu yang saya dapatkan. salah satunya adalah sebagai investor ritel kita harus memahami Buy Momentum seperti Good News, Musim Laporan Keuangan kapan saja, Publikasi Analis, dan Harga Diskon. Selain itu Pemateri juga memaparkan bahwa PER dan PBV yang rendah belum tentu menandakan bahwa perusahaan tersebut dihargai murah. Logikanya adalah semisal ada perusahaan yang listing di BEI selama 5 tahun dan pada tahun pertama hingga kelima nilai PER nya berturut-turut adalah 1,2,3,4,dan 5 kita tidak bisa langsung mengasumsikan bahwa PER 5 pada perusahaan tersebut rendah atau bisa dikatakan murah karena PER perusahaan tersebut secara history terendahnya pernah mencapai 1 (got it?).

     Nah untuk berdasarkan hal tersebut para analis membuat perhitungan PER dan PBV menggunakan standar deviasi. Pada intinya perhitungan tersebut memperlihatkan berapa PER dan PBV terendah selama perusahaan tersebut tercatat di Bursa? hal ini dirasa dapat sangat membantu investor ritel yang menggunakan data fundamental untuk trading agar menjadi lebih mudah.

     Selanjutnya beliau membahas tentang pentingnya mencermati sektor dan industri sebelum melihat lebih lanjut tentang kinerja perusahaan. kenapa? karena berdasarkan yang lalu-lau (hehehe) ada sebuah perusahaan batu bara yang kinerjanya relatif sideways dan memiliki banyak hutang harga sahamnya bisa mengalami kenaikan yang signifikan dikarenakan industri perusahaan tersebut sedang gemilang.

     Beliau juga memaparkan untuk saat ini (Q3 dan Q4 2019) Sektor dan Industri yang wajib kita cermati adalah yang pertama emiten yang bidang usahanya adalah pertambangan emas. kenapa emas? karena ketika terjadi perlambatan ekonomi masyarakat banyak yang switch dananya ke instrumen investasi yang satu ini karena dinilai stabil. apa saja emiten yang berkaitan dengan emas?? banyak.. ada MDKA, PSAB, ANTM dll.Yang kedua emiten yang bidang usahanya adalah pertambangan nikel. kenapa? karena baru-baru ini pemerintah mengeluarkan kebijakan untuk melarang ekspor biji nikel.

    Hal tersebut otomatis akan menambah nilai jual nikel mengingat permintaanya yang stabil dan cenderung meningkat dan... 27% nikel dunia berasal dari Indonesia (how powerful we are as Indonesian). kedepannya juga Indonesia rencananya akan menggarap mobil listrik. Yang mana bahan untuk membuat baterai listrik berasal dari nikel. menurut saya juga satunya2 bagi negara luar agar menikmati hasil dari nikel Indonesia adalah dengan melakukan investasi terhadap kita (Foreign Direct Investment).

   Dan yang terakhir adalah emiten yang meproduksi CPO. kenapa? karena pada tahun 2020 pemerintah akan menggenjot penggunaan Biodiesel (B30) hal ini tentunya memiliki dampak positif bagi emiten CPO. Mengingat selama ini CPO hanya digunakan sebagai bahan baku konsumsi tetapi untuk tahun depan tidak hanya untuk konsumsi tetapi bahan bakar juga.

     Pemateri juga menyampaikan hal penting lain menurutnya dalam melihat kondisi keuangan suatu perusahaan adalah rasio cepatnya (Kas/Setara Kas dibagi dengan Liabilitas Lancar) atau lebih simpelnya adalah cari perusahaan yang memiliki banyak KAS. Kenapa? karena hal tersebut berdampak pada likuiditas perusahaan dalam membayar hutang jangka pendeknya. dan yang terakhir adalah Net Incomennya.

     Sebagai Investor Ritel kita harus mencermati poin yang satu ini. diusahakan untuk mencari emiten yang mengalami laba berlipat jika tidak carilah emiten yang net income nya meningkat secara stabil (YoY dan QoQ). Disisi lain kita juga harus mencermati apakah sektornya sedang gemilang atau tidak. jika sebuah perusahaan atau emiten berada pada sektor dan industri gemilang.. kinerjanya juga kinclong. kedepan akan ada hal baik yang menanti pemegang saham perusahaan. pada intinya sebagai investor kita harus sabar...:)

     Sekian dan terimakasih...
     

Selasa, 17 September 2019

Sertifikasi WMI (Wakil Manajer Investasi)

Dokumen Gatra Punya

     Pada kesempatan kali ini saya akan membahas tentang pengalaman saya mengikuti salah satu sertifikasi profesi pasar modal, yakni Wakil Manajer Investasi atau bisa disebut dengan WMI. saya mengikuti sertifikasi WMI mulai dari bulan Juni lalu untuk kelas onlinenya dan baru melaksanakan ujian tulisnya (perdana) pada bulan Agustus dikarenakan ada kesalahan teknis berupa jadwal sertifikasi yang tidak kunjung tiba ke email saya. Ternyata penyebabnya (setelah dikonfirmasi oleh pihak TICMI) adalah jadwal ujian tulis yang dikirim ke email saya mengalami bounce.

     Tetapi.. Alhamdulillah.. akhirnya saya mendapatkan jadwal ujian tulis WMI yang dilaksankan pada bulan Agustus. Saya melaksanakan
ujian perdana saya di KP BEI Surabaya sama seperti WPPE (di tulisan saya sebelumnya). Pada tulisan kali ini saya tidak banyak bercerita tentang mekanisme ujian sertifikasi profesi pasar modal dari TICMI karena sudah saya ceritakan di tulisan saya sebelumnya. Kali ini saya akan lebih bercerita sedikit tentang pengalaman saya mengikuti sertifikasi WMI.

     Sertfikasi WMI sendiri singkatnya adalah untuk mendapatkan izin melakukan aktivitas manajer investasi (pengelolaan portofilio efek). Tidak hanya itu terdapat sejumlah perusahaan sekuritas yang mewajibkan seorang Analis Efek memiliki sertifikasi WMI. Buat saya yang ingin menekuni dunia pasar modal, belum lengkap rasanya jika sudah mengambil sertifikasi WPPE tetapi belum mengambil sertifikasi WMI.
     Pada tanggal 9 Agustus lalu saya melaksanakan ujian perdana saya. Untuk ujian WMI nya terdapat 7 materi yang diujikan yakni:

1. Hukum dan Etika Pengelolan Investasi
2. Analisis Kuantitatif
3. Teori Ekonomi
4. Analisis Laporan Keuangan
5. Analisis Pendapatan Tetap
6. Analisis Ekuitas
7. Manajemen Portofolio

     Pada waktu itu saya hanya lulus 2 ☺ modul yakni Analisa Kuantitatif (berkaitan dengan statistika) dan Analisis Laporan Keuangan (berkaitan dengan rasio keuangan dsb.). Total soal yang diujikan adalah 100 soal dan diberi waktu 1 jam 30 menit.

     Minggu depannya lagi ( 16 Agustus) saya mencoba untuk ujian ulang. oh ya, untuk ujian ulang, setiap peserta mendapatkan kesempatan sebanyak 2 kali (yang gratis) setelah itu jika peserta akan melaksankaan ujian ulang untuk ketiga kalinya akan dikenakan biaya sesuai dengan jumlah modul/materi yang belum lulus. Pada saat itu alhamdulillah tinggal satu materi saja yang belum lulus yakni Analisis Ekuitas.

     Dan Alhamdulillah pada tanggal 23 Agustus (pada kesempatan terakhir ujian ulang yang gratis) saya berhasil lulus semua materi yang diujikan di sertifikasi WMI TICMI hehehe dan pada hari itu juga saya langsung mengirimkan persyaratan pengajuan sertifikat WMI ke TICMI. Untuk proses pengajuan sertifikat ini memang memakan waktu, mengingat pastinya banyak banget peserta yang melakukan pengajuan sertifikat jadi mohon bersabar yaa. Jadi bagi teman-teman yang sudah melaksanakan ujian sertifikasi WMI langsung saja mengirimkan berkas persyaratan pengajuan sertifikatnya ke TICMI agar segera diproses.

     Bagaimana dengan soalnya?? susah menurut saya, tapi saya sendiri mempersiapkannya dengan mempelajari modul-modul yang diberikan oleh pihak penyelenggara (TICMI) dan ticmi bot yang ada di Telegram. sedikit saya bahas tentang ticmi bot yang dibuat oleh pihak ticmi (menggunakannya harus dengan aplikasi Telegram). Soal-soal yang berada di ticmi bot sangat membantu. Memang tidak semua soal yang ada di ticmi bot itu diujikan. Tetapi soal-soal yang ada di ticmi bot memiliki kaitan dengan yang soal-soal yang diujikan.

Selamat Mencoba dan Semoga Berhasil☺
    
     




Jumat, 31 Mei 2019

Sertifikasi WPPE (Wakil Perantara Pedagang Efek)

 
Dokumen Gatra Punya

     WPPE (Wakil Perantara Pedagang Efek), WMI (Wakil Manajer Investasi), dan WPEE (Wakil Penjamin Emisi Efek) adalah salah tiga dari sekian banyak sertifikasi profesi pasar modal yang dibutuhkan untuk berkarir di dunia pasar modal. kali ini saya akan bercerita sedikit tentang pengalaman saya mengikuti sertifikasi profesi pasar modal yakni sertifikasi WPPE. dalam hal ini saya melaksanakan sertifikasi profesi lewat TICMI (The Indonesia Capital Market Institute).

     Sebenarnya saya sudah ambil sertifikasi ini sudah dari bulan Februari lalu tepatnya tanggal 20 Februari 2019. kebetulan saya mengikuti sertifikasi WPPE online class dimana materi akan diberikan secara online baik itu materi berupa modul maupun kelas onlinenya. mungkin ada yang bertanya apa bedanya sih sertifikasi WPPE via Online (online class) dengan sistem tatap muka (Reguler/Waiver)?. sebenarnya dari hasilnya sendiri tidak ada bedanya. karena saya sendiri sudah menanyakan kepada pihak TICMI nya bahwa secara output tidak ada bedanya karena baik kelas online maupun kelas reguler keduanya memiliki hak yang sama, yaitu hak untuk mendapatkan izin sebagai perantara pedagang efek (broker).

     Perbedaannya adalah terletak pada tata cara sertifikasinya, seperti apa?. untuk materi yang diberikan dalam seritifikasi online class akan diberikan waktu akses kepada peserta dalam jangka waktu hanya 10 hari,  dimana nanti peserta akan diberikan akses untuk mengakses materi/modul sertifikasi di website yang diberikan oleh pihak TICMI. berbeda dengan kelas reguler dimana untuk materinya sendiri akan diberikan secara tatap muka (semacam kelas gituu..). Sebenarnya untuk sertifikasi WPPE online class sendiri kita tetap akan mendapatkan sesi pembelajaran yang akan diberikan oleh pemateri tetapi menggunakan video. dan bagi teman-teman yang mager untuk melihat dan mendengar video materi sertifikasi bisa menggunakan audio saja jadi hanya fokus mendengarkan apa yang dijelaskan pemateri.

     Untuk sertifikasi WPPE sendiri terdapat 4 materi yang wajib dipelajari diantaranya adalah PTE (Pengetahuan Tentang Efek), MPE (Mekanisme Perdagangan Efek), HE (Hukum Etika), dan AEKPI (Analisis Ekonomi, Keuangan, Perusahaan, dan Investasi Ekonomi dan Kaitannya dengan Kinerja Efek) panjang juga ya yang terakhir:)). nah di setiap 4 materi tadi akan dibagi lagi kedalam sub materi yang mana sistem pembelajarannya nanti haruslah berurutan contoh.. jika saya ingin mempelajari sub materi yang ada didalam materi HE (Hukum Etika) saya harus mempelajari dulu sub materi yang pertama sebelum melanjutkan untuk mempeajari sub materi yang kedua begitu seterusnya.

     Di dalam masing-masing materi nanti akan ada kuis online yang peserta wajib kerjakan dan harus benar semua alias 100 nilainya. Tenang.. untuk batas pengulangan pengerjaan kuis onlinenya tidak terbatas asalkan masih dalam kurun waktu 10 hari akses materi sertifikasi yang diberikan oleh pihak TICMI ya. jadi harus benar-benar dipelajari setiap materi dan sub materinya agar tidak memakan waktu lama. setelah selesai semua baru peserta akan bisa menekan tombol submit untuk mengumpulkan hasil kuis onlinenya dan setelah itu peserta bisa melihat nilainya.

     Setelah mengerjakan kuis online disetiap materinya, saran saya sih jangan mengklik done dulu ya. Jika sudah mengerjakan seluruh kuis online dan mempelajari seluruh materi sertifikasinya, jika belum habis masa akses materi online 10 harinya itu, jadi teman-teman bisa mempelajari materi sertifikasinya sampai waktu akses materi online benar-benar sudah selesai. jika sudah selesai masa akses 10 hari materinya peserta akan diberitahukan mengenai tempat sertifikasi tulis.

     Jadi jangan beranggapan bahwa sertifikasi kelas online sudah selesai ya:)).. masih belum.. masih ada tantangan lagi di depan.
     Setelah itu untuk pemberitahuan lokasi tesnya saya diberitahu H+2 setelah masa akses materi online selesai. nanti peserta akan mendapatkan email berupa lokasi dimana bisa melaksanakan sertifikasi tulis berdasarkan KP (Kantor Perwakilan) BEI di setiap daerah, jadi peserta bisa memilih mau mengerjakan sertifikasi tulisnya di KP BEI mana. begitu teman-teman.. selanjutnya peserta akan diarahkan untuk mengkonfirmasi jadwal ujian ke KP BEI yang dipilih oleh peserta sertifikasi dengan menghubungi pihak KP BEI.

     Setelah mendapatkan konfirmasi mengenai jadwal dan tempat sertifikasi tulis, barulah teman-teman masuk pada inti dari sertifikasi WPPE inii.. yaitu tes tulisnya. sebenarnya untuk tes tulisnya sih menggunakan laptop ya nanti akan diberi akses ke soal sertifikasinya. sekedar mengingatkan untuk berjaga-jaga kepada eman-teman nantinya pada pelaksanaan ujian sertifikasi tulis jangan lupa untuk membawa modem/akses internet sendiri ya karena dikhawatirkan nanti di KP BEI nya terjadi masalah dengan koneksi wifinya. 

Selanjutnya, saya akan mencoba mereview sedikit tentang soal sertifikasi WPPE dari TICMI.

1. PTE : pada saat saya mengerjakan bagian ini saya beranggapan bahwa materi inilah yang paling mudah karena menurut saya paling hanya berisi hafalan dan tidak ada unsur analisis sama sekali, ternyata saya salah gaess hahaha jika di persentasekan dibagian PTE ini 80% analisis dan 20% hafalan. mungkin teman-teman bertanya "kok bisa PTE ada analisisnya? padahal di kuis online cuma hafalan2 doang.." jadi begini teman-teman. untuk soal dibagian PTE sendiri para peserta akan diberikan soal yang mana soal tersebut tidak hanya berisi tentang "apa itu saham?" tetapi lebih daripada itu, setiap peserta harus benar-benar memahami instrumen-instrumen pasar modal dan pasar uang secara detail baik itu jenisnya maupun fungsinya. saran saya sih baca saja setiap kata demi kata yang ada di modul ya.

2. MPE: sama halnya dengan PTE, awalnya saya mengira soalnya hanya berisi hafalan2 saja tetapi lebih dari itu. setiap peserta harus memahami betul apa peranan dan fungsi BEI, KPEI, KSEI, Lembaga Perlindungan Investor dan peraturan-petaruan terkait yang terdapat dalam Undang-Undang Pasar Modal. saran saya sama sih kayak yang PTE yaitu baca saja setiap kata demi kata yang ada di modul hehe.

3. HE: 90% ANALISIS!,YESS untuk materi yang satu ini memang harus memahami peraturan-peraturan pasar modal ya, saran saya pahami UU no. 8 tahun 1995 tentang peraturan pasar modal di Indonesia. baca dan pahami dari awal hingga akhir karena pertanyaan yang diajukan benar-benar mencakup semua yang ada di UU no. 8 tahun 1995 tentang peraturan pasar modal di Indonesia.

4. AEKPI: untuk materi yang satu ini saran saya jika mempelajari materi yang hanya terdapat dalam modul saja tidaklah cukup, untuk itu teman-teman juga harus mempelajari situasi ekonomi terkini dan sering-sering lihat laporan keuangan perusahaan dan belajar analisis laporan keuangan perusahaan ya agar dapat memahami lebih dalam analisis fundamental. dan jangan lupa untuk mendalami lagi materi ekonomi makro dan ekonomi mikronya.

     Mungkin itu saja yang dapat saya share disini mengenai sertifikasi WPPE dari TICMI. saya sendiri melaksanakan tes sertifikasi tulisnya 2 kali jadi saya sempat belum berhasil 1 kali yakni di materi PTE dan MPE (nilainya beda 3 poin untuk soal PTE dan 1 poin untuk soal MPE dari angka minimal kelulusan-_- tapi ya yang namanya gak lulus ya gak lulus aja hahaha) beruntung TICMI memberikan kesempatan bagi peserta untuk dapat melaksanakan tes sertifikasi tulis lebih dari satu kali secara gratis tapi ada batasnya ya hehe.
     Sekian dari saya semoga bermanfaat.. salam cuan!







NB: Mungkin untuk sistem sertifikasi dari TICMI yang saat ini sudah mengalami perubahan dan yang saya share disini adalah ketika saya mengikuti sertifikasi tanggal 20 Februari 2019

Selasa, 30 April 2019

Thirty Six Stratagems dan Pasar Modal

   
Buku 36 Stratagems
    
     Pada kesempatan kali ini saya akan bercerita sedikit mengenai salah satu buku favorit saya, judul bukunya adalah "Thirty Six Stratagems" dan saya juga akan sedikit sharing mengenai keterkaitan buku ini dengan Pasar Modal dari sudut pandang saya hehee. Buku ini saya beli pada tahun 2018 tepatnya pada tanggal 20 Januari. saya membeli buku ini secara online lewat Periplus.com mengingat saya tidak menemukan buku ini di toko buku terdekat hehe. pada awalnya saya mengetahui tentang buku ini ketika saya masih di bangku SMA yakni sekitar tahun 2014, tapi saya baru terpikir untuk membelinya pada tahun 2018.

     Sebenarnya isi dari buku ini lebih diperuntukkan bagi orang-orang dari kalangan militer karena namanya saja "stratagems" tentunya memiliki hubungan yang kuat dengan strategi perang. tetapi untuk saat ini buku tersebut tidak hanya relevan dipelajari bagi orang-orang dari kalangan militer saja tetapi dari kalangan manapun termasuk investor dan pengusaha☺. pada awalnya saya mengetahui tentang "Thirty Six Stratagems" ini ketika sedang ramai di media nasional ada salah seorang purnawirawan jenderal TNI yang mengatakan bahwa "rampoklah rumah yang sedang terbakar" atau "Loot a Burning House". eittsss.. jangan berpikir negatif dulu, masih belum selesai penjelasan saya hehe..

     Pada saat mengetahui hal tersebut saya langsung menelusuri lebih jauh kira-kira apa yang dimaksud oleh seorang purnawirawan jenderal TNI ini??. Ternyata maksud dari perkataan beliau adalah kita harus pandai dalam mengambil keuntungan terhadap kesempatan (asalkan itu baik dan benar yaa). setelah mengetahui hal tersebut saya menelusuri lebih dalam kalimat "Loot a Burning House" tadi dan ternyata kalimat tersebut terdapat pada 36 Stratagems.


Sumber: The Economic Times


     Langsung masuk ke intinya saja yaa..
     Buku ini sebenarnya "hanya" berisi 36 Kalimat tentunya bukan hanya 36 lembar yaa, tetapi isinya membahas tentang 36 kalimat strategi perang yang digunakan sejak zaman dahulu. didalam buku 36 Stratagems ini terdapat 6 bagian yang memiliki fungsi dan peran masing-masing, yakni..

     1. Winning Stratagems
     2. Enemy Dealing Stratagems
     3. Attacking Stratagems
     4. Chaos Stratagems
     5. Proximate Stratagems
     6. Desperate Stratagems
     Masing-masing dari 6 bagian tersebut lebih diperinci lagi dengan kalimat-kalimat yang berisi tentang "36 Stratagems". dan inilah yang menarik, sebenarnya sudah banyak penulis yang pernah mengaitkan aktivitas bisnis dan investasi dengan "36 Stratagems" ini contohnya saja ketika IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan) sedang koreksi, tentu hal yang tepat jika kita melakukan pembelian terhadap saham-saham penyebab IHSG terkoreksi asalkan kita benar-benar mengetahui penyebab dari terkoreksinya suatu indeks atau saham karena jika situasi tidak biasa ini terjadi tentunya bukan tidak mungkin kita akan mendapatkan keuntungan.

     Naah.. contoh diatas adalah salah satu kasus yang bisa kita jelaskan lebih lanjut dengan salah satu dari 36 Stratagems yakni "Loot a Burning House" atau rampoklah rumah yang sedang terbakar yang maknanya kurang lebih adalah pandai-pandailah dalam mengambil keuntungan terhadap kesempatan. arti sebenarnya dari "Loot a Burning House" sendiri dalam buku 36 Stratagems adalah "Ketika ada suatu negara mengalami suatu masalah seperti over populasi, penyakit, korupsi, kriminal, dan kerusuhan, itulah saat yang tepat untuk negara lain melakukan sebuah serangan terhadap negara yang sedang menderita, tentunya dengan tetap menggali informasi mengenai negara yang ditargetkan".

     Setelah membaca ulasan saya mengenai "Loot a Burning House" mungkin tidak sedikit dari kita berpikir bahwa saat ini ada banyak opportunity yang bisa kita dapatkan dalam kehidupan sehari-hari, khususnya di dunia pasar modal hehe. sebenarnya situasi khusus yang saya bicarakan tadi sangat amat sering terjadi di Pasar Modal Indonesia. contohnya, ketika ada berita "Asing Net Sell, menyababkan IHSG terkoreksi 2% dalam sehari" tentunya para investor lokal akan berbondong-bondong untuk menjual saham yang mereka miliki karena sejumlah dari mereka menjadikan investor asing sebagai acuan untuk mengambil keputusan.

     Nah disitulah kita sebagai investor yang jeli harus mengambil sebuah keputusan apakah layak jika saat ini seorang investor melaksanakan pembelian saham mengingat telah terjadi situasi yang "tidak biasa"?? apakah penurunan akan terus terjadi?? apakah penurunan indeks yang terjadi hanya sementara??. disitulah saatnya kita sebagai seorang investor untuk jeli-jeli dalam  mengambilan sebuah keputusan tentunya diikuti dengan pencarian informasi tentang situasi dan kondisi pasar yang memadai.

     Sebenarnya tidak hanya "Loot a Burning House" saja yang menarik dibahas tetapi masih ada 35 kalimat yang menarik dan tentunya bisa kita hubungkan terhadap situasi apapun khususnya di pasar modal. Dan mungkin untuk 35 kalimat lainnya akan saya bahas lagi di tulisan saya selanjutnya.

Kamis, 28 Februari 2019

Laboratorium Investasi dan Pasar Modal Universias Brawijaya (Galeri Investasi BEI Universitas Brawijaya)

   
GIBEI UB 2017, mohon maaf fotonya buram soalnya gaada lagi gaess

GIBEI UB 2018, foto di studio tapi hasil final fotonya belum diambil gaess jadi ya apa adanya
     Tanggal 22 Februari kemarin saya beserta pengurus GI BEI UB angkatan 2015 lainnya mengakhiri periode kepengursan kami. Sudah saatnya adik-adik 2016 melanjutkan tongkat estafet kepengurusan GI BEI UB. saya harap periode berikutnya (kepengurusan periode 2019) jauh lebih baik dari ketika periode sebelumnya ketika saya dan teman-teman FEB UB 2015 menjadi Koordinator dan Manajer. Dan saya juga berharap hubungan kalian dengan adik-adik pengurus GI BEI UB selanjutnya (FEB UB 2017) semakin solid.

     Kurang lebih 2 tahun saya "menumpang" belajar di sini mengenai Pasar Modal. banyak yang saya alami baik itu suka maupun duka. tetapi diluar itu saya sangat bersyukur bisa bertemu dengan orang-orang yang sangat luar biasa, penuh dengan rasa hormat dan tanggungjawab. karena menurut saya 2 hal itulah yang terpenting dalam suatu organisasi. saya juga bersyukur karena bisa bertemu dengan para pelaku Pasar Modal seperti dari pihak BEI dan Sekuritas yang membuat saya mendapatkan ilmu tentang Pasar Modal.

     Sedikit cerita tentang 2 tahun saya di sini, hmm mungkin saya akan cerita dari awal masuk sini kali ya(?). awal mulanya ketika itu saya mengikuti sebuah Kelas Pasar Modal yang diselenggarakan oleh Lab.IPM UB pada tahun 2015 (ketika itu saya masih Mahasiswa Baru hehee) yakni Capital Market Academy. maksudnya mengikuti kelas ini saya ingin mengetahui bagaimana cara kerja pasar modal dan bagaimana saham itu diperdagangkan dan sama sekali belum ada rencana untuk menjadi pengurus Lab. IPM UB. kebetulan pada saat itu yang menjadi pemateri dari PT. Mandiri Sekuritas, selaku Sekuritas yang bekerja sama dengan Lab. IPM UB untuk Pembukaan Rekening Efek (PRE). setelah mengikuti sekuritas itu "Okelah saya coba tekuni", tanpa berpikir panjang saya langsung membuka akun sekuritas Mandiri Sekuritas saya di Lab. IPM UB dan melakukan deposit awal sejumlah Rp. 500.000.

     Setelah melakukan deposit saya masih ingat dengan benar bahwa saham pertama yang saya beli adalah saham Bank BNI pada saat itu harganya 4950. tanpa berpikir panjang (ini spekulasi sih...) saya langsung membeli nya dengan seluruh uang yang terdapat di akun sekuritas saya. saya masih ingat pada saat itu saya hanya berpikir bahwa beli disisi kanan dan jual disisi kiri tanpa memahami dengan betul Bid dan Offer itu apa hehehe. besoknya saham BBNI tersebut turun tapi hanya beberapa persen maklumlah fluktuasi pasar, karena masih awam saya takut dan langsung menjualnya dan saya merugi karena capital loss + fee transaksi jual.

     Setelah peristiwa tersebut saya berhenti sejenak dengan tidak melakukan transaksi dan belajar secara otodidak. Beberapa bulan berlalu saya mulai kepikiran untuk menekuninya lebih dalam dan berencana menjadi pengurus di Lab. IPM UB. Dan inilah yang menurut saya bagian paling menegangkan ketika H-2 sebelum Open Recruitment. pada saat itu saya mulai menelusuri sistem Open Recruitment Lab. IPM UB. ternyata dari tahun-tahun sebelumnya salah satu syara menjadi pengurus Lab. IPM UB adalah IPK minimal 3,25/4,00 dan pada saat itu IPK saya dibawah itu. ketika mengetahui hal tersebut langsung deh... cemas... tapi Alhamdulillah ketika Hari-H Open Recruitment persyaratan itu diubah dari yang minimal IPK 3,25 menjadi 3,00 dan akhirnya pun saya bisa mendaftar.

     Rasa cemas tidak berhenti sampai disitu, ketika teringat apa yang pernah dikatakan oleh Bapak saya bahwa "percuma bisa daftar tapi gak masuk" hahaha tapi gapapa saya tetap mencobanya. Alhamdulillah setelah mengikuti rangkaian tes mulai dari tes tulis, wawancara pengurus Lab. IPM UB, dan wawancara dosen, akhirnya saya diterima menjadi staff Education and Human Resource Development (E-HRD). setelah itu saya langsung diamanahkan menjadi staff acara BLAST (Brawijaya Online Trading Competition) yakni progam kerja Lab. IPM UB. ketika menjadi staff acara prokter tersebut saya mendapatkan ilmu yang sangat berharga mulai dari cara analisis fundamental seperti apa dan banyak mengenal mahasiswa yang sudah lebih dulu berkecimpung di dunia pasar modal. selain itu saya juga bisa mengenal teman-teman pengurus GI BEI se-Indonesia.

     Waktu demi waktu berlalu dan dengan semakin bertambahnya pengetahuan saya tentang pasar modal. saya berniat untuk mengambil sertifikasi profesi Pasar Modal dari TICMI yakni WPPE-P (Wakil Perantara Pedagang Efek - Pemasaran) yang memiliki tugas untuk memasarkan produk-produk yang diperdagangkan di Pasar Modal. Dan alhamdulillah saya lulus dalam satu kali tes. satu periode berlalu dan waktunya dari kamu angkatan 2015 "naik pangkat" menjadi Koordinator dan Manajer. kebetulan saya yang diamanahkan untuk menjadi Koordinator Lab. IPM UB periode 2018.

     Pada saat menjadi Koordinator saya bertemu dengan adik-adik FEB UB 2016 yang sangat luar biasa yang mana bersama-sama kami melewati masa-masa suka dan duka hehehe. selain itu saya juga banyak mendapat pembelajaran mengenai Ilmu Pasar Modal seperti lebih mendalami Analisis Teknikal, Analisis Fundamental, Analisis Sekuritas, dan lain-lain. selain itu pada saat yang sama saya berhasil meraih sertifikasi profesi pasar modal yakni WPPE (Wakil Perantara Pedagang Efek) yang memiliki fungsi sebagai Pialang dan Analis di Pasar Modal. dan lebih dari itu semua saya mendapatkan sesuatu yang berharga yakni Kebersamaan.

     Akhir kata saya sangat bersyukur kepada Allah swt. atas apa yang saya alami dan apa yang saya dapatkan sampai sekarang. semoga apa yang saya tekuni hingga sekarang bisa bermanfaat bagi masyarakat luas. dan saya dapat menggapai cita-cita saya sebagai Investment Banker, Aamiin...

Review PT. Indo Acidatama Tbk.

      Logo PT. Acidatama Tbk. (SRSN)      Sebenarnya Review kali ini sudah saya buat dari zaman dahulu untuk keperluan lomba yang dil...